untuk sebuah alasan, kakiku berjalan.
mencari atas pengertian dari pencarian diriku
untuk sebuah alasan. tubuhku mengulang.
satu persatu batu
terpikul untuk sebuah batu yang terjatuh
kembali dipikul.
untuk sebuah alasan. mulutku terbuka.
mempertanyakan kesegalaan,
pertanyaan yang ada untuk ditanya.
untuk semua alasan.
pada rongga dadaku yang berlubang
tempat simpan jawaban.
untuk apa dan dari siapa aku disini
maap kalo puisinya ga jelas,
engga kerasa bulan februari udah berakhir, perasaan baru kemaren gua ngerayain tahun baru 2009 sama saudara-saudara gua bakar-bakaran dirumah nenek. engga kerasa juga sekarang gua udah kelas dua semester genap, sebentar lagi kelas tiga dan tahun depan siap-siap ujian. waktu emang berjalan tapi terasa begitu cepat, seakan ingin berentiin buat gua nikmatin. saat waktu berjalan pasti diberikan beberapa pilihan untuk melangkah kemana jalan yang akan kita lewatin untuk kedepan, pilihannya mungkin ada jalan buntu, artinya gagal. ada jalan mulus, artinya berhasil, ada jalan mulus yang panjang juga ada yang pendek. tapi juga ada jalan yang jelek untuk tujuan yang bagus tergantung kita memilihnya dan yang terakhir kehabisan waku saat memikirkannya. hingga pilihan untuk sebuah kesempatan itu pergi. gua takut kalau begitu. karena sampe sekarang gua masih binggung "mau jadi apa ?", "mau milih kuliah apa ?", "musti ngapain sekarang ?", dan "harus gimana gua?".
padahal jam ga mau memperlambat jarumnya cuma untuk nungguin gua. sekarang apa yang musti gua lakuin ? ikutin kata hati ?
asbapholery.slideshow
Friday, February 27, 2009
my mind
Saturday, February 14, 2009
untitled love ?
selamat tanggal 14 februari, atau yang lebih sering dikatakan valentine day, hari kasih sayang atau apalah, gua ga peduli. berbahagialah yang dapet coklat, karena gua cuma dapet coklat sisa yang dibagiin untuk anak sekelas ( engga bangga gua ), terus kenapa majang foto ade gua ?, ya karena gua tidak punya pendamping hidup, maka berbahagialah yang punya pacar.
entah siapa yang mencetuskan 14 februari sebagai hari kasih sayang, dan memasukannya kedalam budaya dunia, hampir seluruh dunia merayakannya. padahal (menurut ibu gua yang guru ngaji) itu hari dimana meninggalnya pendeta pagan yang bernama valentine, lah apa hubunganya ma kasih sayang ? ga usah diterusin, lagian gua juga ga bakal ngebahasnya, kalo mau tau cari aja diwikipedia. hari valentine sangatlah identik dengan "CINTA". ya, kini cinta sudah menjadi simbol dari kehidupan, apa juga ada cinta-cintaannya. dari lagu, film, apalagi sinetron, cinta melulu... ampe mabok gua liatnya. tapi apakah yang pernah engkau rasakan itu adalah cinta yang sebenernya ? bukan sebuah rasa suka biasa atau ikut-ikutan ( disini yang gua maksutkan adalah cinta terhadap lawan jenis, kalau sama ibu, bapak, saudara itumah gua yakin ) rasa suka karena kelebihanya contoh dia ganteng, tampan, kaya raya, atau sempurna sekalipun dimata kita. semua itu tidak lebih dari pengaruh doktrin lingkungan di era informatika, sekarang anak ingusan yang kalau kencing belom bisa ngeker dimana pispotnya aja udah bisa bilang "i luph u" wow, simple sekali.
Saturday, February 7, 2009
bridge. isn't destiny
bridge., originally uploaded by baher asbapholery.
Jika saja takdir hanya seperti lewati jembatan, engkau tahu dimana awalnya, untuk apa menjalaninya, dan bagaimana akhirnya.
Ya, siapa yang tahu bagaimana cara kerja akan sebuah takdir, terlepas dari semua keyakinan akan kepercayaan dari agama yang berbeda-beda.
apakah setiap apa yang kita lakukan telah ditakdirkan ? apakah kita hidup dengan kehidupan yang telah ditakdirkan ? untuk harapan yang ditakdirkan, usaha yang ditakdirkan, kegagalan yang ditakdirkan, dan juga kematian yang telah ditakdirkan ? kalau begitu untuk apa kita dilahirkan ? untuk apa kita hidup ? apakah untuk mati ? apakah segala yang kita lakukan adalah kehendak tuhan ? apa hidup hanyalah sebuah permainan.
ataukah takdir itu adalah sebuah pilihan dimana kita bisa memilih dan lalui hidup sesuka hati kita ? apakah takdir adalah “apa yang kita lakukan dan apa yang tidak kita lakukan ?” tetapi bagaimana dengan kematian ? bagaimana dengan hal – hal yang diluar dugaan kita ? hal yang tak dapat dipilih dan tak ada cara untuk memilihnya, masihkah kita dapat berkata apabila takdir adalah “bagaimana kita lalui kehidupan ini ?”
lalu apa jawaban dari setiap perkataan apa yang kutanyakan, dan dari setiap yang terjawab akan timbulkan pertanyaan mengapa ? “ mengapa begitu, mengapa begini, mengapa aku harus bertanya mengapa ?
kedua turut berduka cita atas kematian teknisi helikopter beberapa hairi yang lalu, ternyata salah satu kobannya adalah ayah dari teman sekelas gua waktu kelas satu. atas kejadian ini kenapa gua ngebahas tentang takdi yang sangat erat kaitannya dengan kematian, siapa yang tahu kapan ia akan mati selain takdir tersebut.
maap apabila tulisan-tulisan diblog gua, menjurus ke tulisan yang "menggurui" padahal gua ga tau apa-apa, maap karena gua juga ga ada maksud seperti itu, udah ada yang dateng juga alhamdulliah.







